Pages

Minggu, 18 Desember 2011

Plagiarisme


Pengertian Plagiarisme

Plagiarisme adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas. Pelaku plagiat disebut sebagai plagiator.

Undang – Undang mengenai HAKI:

HaKI melalui 3 (tiga) Undang-undang di bidang HaKI yang dikeluarkan pada tahun l997, yaitu :

1. Undang Undang Nomor 12 Tahun l997 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 6 Tahun l982   tentang Hak Cipta sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang nomor 7 Tahun l987
.
2. Undang Undang nomor 13 Tahun 1997 tentang Perubahan atas Undang Undang nomor 6 Tahun l989 tentang Paten
.
3. Undang Undang nomor 14 Tahun l997 tentang Perubahan atas Undang Undang nomor 19 Tahun l992 Dan ada 3 (tiga) Undang Undang lagi yang dikeluarkan pada akhir Tahun 2000, yaitu
:
1. Undang Undang nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang
2. Undang Undang nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Produk
3. Undang Undang nomor 32 Tahun 2000 tentang Desain Tata Letak 
Cakupan HAKI
Hak atas Kekayaan Intelektual mencakup karya-karya yang dihasilkan oleh manusia yang terdiri dari karya-karya di bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, sehingga dapat dibagi menjadi: 1) Hak Cipta; 2) Merek; 3) Paten; 4) Desain Produk; 5) Rahasia Dagang; 6) Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu Dalam penulisan ini akan dijelaskan mengenai 3 Undang-undang saja, yaitu : Hak Cipta, Merek dan Paten.

Pendapat Saya Tentang Plagiarisme:

Plagiarisme bukan hanya merugikan sang pencipta dari suatu karya maupun produk namun juga telah menyebabkan hal lain yang lebih fundamental yaitu hilangnya kreativitas yang tumbuh dari masing-masing individu.Mungkin jika Palgiarisme berbicara tentang keuntungan material maka sang Plagiator masih dapat dipermasalahkan, Namun jika menyangkut tentang Kreativitas yang harus dikembangkan rasanya sangatlah sulit untuk memperbaikinya karena hal ini berkaitan kepada banyak hal.

Selain itu Plagiarisme yang secara nyata telah melanggar Undang-Undang HAKI juga menjadi pelanggaran apabila menyangkut  Etika dan Estetika Ilmu  Pengetahuan.

Contoh :

Di dalam Ilmu Pengetahuan terutama bidang sains tentunya kita mengenal Albert Einstein yang berhasil menemukan persamaan :  E = mc2. Sehingga menjadikan Einstein sebagai Ilmuwan terbesar hingga saat ini.Nah hal yang menjadikan Einstein terkenal jika kita kaji lebih jauh adalah Karena kemampuannya menemukan atau menciptakan sebuah penemuan(terobosan) baru di bidang ilmu pengetahuan yang pada saat itu belum pernah ditemukan oleh siapa pun. Pertanyaanya jika dahulu Einstein menjiplak karya orang lain dan bukan hasil dari pemikirannya apakah beliau akan menjadi seorang ilmuwan terbesar pada saat ini? Dan apakah namanya akan dapat dikenang sepanjang masa?...Jadi dapat disimpulkan bahwa hal yang bersifat penemuan terbaru(Karya)  dan hasil buad pemikiran yang brilian akan dapat lebih dihargai oleh masyarakat luas ketimbang hanya menjiplak karya orang lain.

Dampak yang akan timbul dari Plagiarisme:

1.Lahirnya sosok pecundang di masyarakat, orang-orang yang tidak berkompeten di bidangnya.Berapa banyak pasien yang meninggal gara-gara dokter-dokter penipu? Berapa banyak bangunan dan jembatan tang roboh Karena Insinyur penipu?..
2. Banyak posisi penting diduduki orang yang tidak mampu.Padahal, mereka menempati posisi-posisi strategis yang mengurusi kepentingan orang banyak.Akibatnya, banyak penyelewengan dan banyak keetidakberesan.Ya wajar, karena mereka itu memang tidak menguasai ilmunya.
3.Dapat dibayangkan berapa banyak yang sakit hati gara-gara hasil karya yang berasal dari hasil pemikiran dan kreativitas dikalahkan oleh mereka yang dengan mudah menjiplak tanpa mau berusaha menghasilkan kreativitas.


Solusi untuk menghindari Plagiarisme:

1.Sosialisasi mengenai pentingya kejujuran dalam membuat karya menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap plagiarisme.Dapat dibayangkan, kalau pencapaian sebuah gelar akademik dilakukan dengan cara melakukan kecurangan akademik, tentunya kompetensi keilmuan yang dapat didapatkan seseorang dipertanyakan.
2.Menghilangkan kebiasaan menyontek dari mulai duduk di bangku sekolah.Karena Plagiarisme merupakan hal yang terjadi akibat mencontek menjadi kebiasaan yang mendasar.
3.Memberikan Pendidikan yang cukup untuk meyakinkan pelajar,mahasiswa maupun masyarakat agar dapat menumbuhkan dan dapat merangsang jiwa kreativitas di dalam berbagai aspek.

Rabu, 16 November 2011

Ganyang Malaysia 3-1, Bulutangkis Putra Kita Persembahkan Emas


Selasa, 15 November 2011 - 20:43 WIB
Ganyang Malaysia 3-1, Bulutangkis Putra Kita Persembahkan Emas
JAKARTA (Pos Kota) – Akhirnya cabang bulutangkis Indonesia mempersembahkan satu medali emas setelah tim beregu putra sukses mengganyang tim Malaysia 3-1 dalam final beregu putra di Istora Senayan, Selasa (15/11),  dimana  pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan menang mudah atas Chun Mak Hee/Hock Ong Soon dua set langsung dengan skor 21-10 dan 21-14.
Kemenangan tersebut melengkapi dua partai sebelumnya, dimana dua tunggal masing-masing Simon Santoso dan Tommy Sugiarto menyingkirkan lawan-lawannya.
Simon Santoso membuka kemenangan pertama dari cabang bulutangkis beregu putra melawan tim Malaysia yang digelar sore ini, Selasa (15/11) di Istora Senayan Jakarta.
Meski hanya bertarung dua set,  tapi tidak mudah bagi Simon untuk menaklukkan Liew Daren yang bermain tenang meski direcoki oleh ribuan penonton.
Di set pertama, Simon unggul sampai 4 poin. Tapi Daren mampu mengejar sampai kedudukan 7-7. Bahkan celakanya, ketika skor imbang 9-9 Daren justu mampu liding sampai poin 13.
Untungnya Simon tak kenal menyerah. Satu demi satu poin dikumpulkan hingga akhirnya sama 20-20. Jus dilakukan dan Simon memetik kemenangan 22-21.
Di set kedua, Daren langsung memimpin sampai 3 poin. Selanjutnya permainan menjadi lebih seru ketika terjadi saling mengejar dan menyamakan angka. Namun di poin 8, Simon terus memimpin dan mengendalikan permainan.
Sedang Daren mulai kehilangan stamina dan beberapa kali membuat kesalahan sendiri dengan pengembalian bola-bola aut.
Akhirnya Simon hanya memberi kesempatan 12 angka untuk Daren. Kedudukan 1-0 untuk tim Merah Putih. Dan kini tengah berlangsung pertarungan kedua di sektor ganda putra antara Bona Sepatano/Mohammad Ahsan versus Lim Khim Wah/Shem Goh Wei.
Partai ganda putra Indonesia menelan kekalahan setelah Bona Septan/Mohammad Ahsan dipaksa menyerah di tangan ganda putra Malaysia Wah Khim Lim/Shem Goh Wei dalam pertarungan 3 gim sehingga skor sementara imbang 1-1.
Di set pembuka, Bona/Ahsan tertinggal 18-21. Selanjutnya di gim kedua Bona/Ahsan membalas dengan skor 21-15. Terjadi pertarungan yang seru dan mendebarkan di gim penentu. Ganda Malaysia langsung memimpin 2-0.
Setelah itu Indonesia mengejar dan menyamakan kedudukan, bahkan memimpin 9-8. Ketika skor berimbang 12-12, disinilah permainan berjalan sangat seru, dimana selisih poin hanya 1 dan saling menyamakan kedudukan.
Ketika Malaysia memimpin 19-18, Bona/Ahmad terus mengejar dan menyamakan kedudukan 19-19 sampai akhirnya terjadi beberapa kali deuce.
Sayangnya Bona/Ahmad selalu bikin kesalahan sendiri sampai akhirnya terpaksa menyerah 23-25. Kini tengah berlangsung pertarungan ketiga antara Tommy Sugiarto melawan Ahmad Latif Moh. Arif.
Tommy Sugiarto berhasil menggilas A. Latif Mohammad Arif sekaligus membawa Indonesia unggul 2-1 atas Malaysia.
Dalam laga yang disaksikan ribuan penonton yang memenuhi stadion Istora Jakarta itu, putra mantan juara dunia Icuk Sugiarto itu telah membuktikan dirinya sebagai pemain terbaik yang pantas diandalkan setelah sempat namanya tidak masuk dalam skuad team SEA Games.
Tommy menggasak Moh. Arif langsung 2 set dengan skor 21-13 dan 21-17.;
Sejak awal Tommy terlihat santai melayani permainan cepat Arif dan terus memimpin perolehan angka.
“Saya memang agak terlambat ‘panas’ dan beberapa sempat bikin kesalahan, terutama saat melayani bola-bola pendek lawan. Tapi semuanya bisa saya atasi. Saya senang atas kemenangan ini,” kata Tommy.(ali/dms)



Sumber: 
http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/11/15/ganyang-malaysia-3-1-bulutangkis-putra-kita-persembahkan-emas

Senin, 14 November 2011

Hubungan Negara dan Hukum

Hukum merupakan alat kelengkapan dari berdirinya suatu negara karena hukum berfungsi untuk mengontrol dan membatasi tindakan-tindakan dari suatu masyarakat di suatu negara.Jika ditinjau lebih jauh banyak negara-negara di belahan dunia yang lain memiliki image sebagai negara hukum(contohnya: Indonesia),Namun dalam penerapannya hukum hanya menjadi simbol yang tidak mengikat masyarakat kepadanya.Hal ini terungkap jelas dengan banyaknya penyimpangan-penyimpangan yang terjadi pada negara-negara yang mengaku sebagai negara hukum, contohnya adalah korupsi,kolusi dan nepotisme.