Pages

Selasa, 05 Juni 2012

Kegagalan bagi saya adalah...


Kegagalan mungkin adalah sebuah kata yang ditakuti oleh kebanyakan orang yang hidup di muka bumi ini. tidak ada seorang individu pun yang menginginkan dirinya gagal, dan terbesit keingingan untuk sekedar tahu bagaimana rasanya gagal. Namun, pada kenyataannya setiap manusia pasti pernah merasakan sebuah kegagalan dan juga  tidak ada seseorang pun yang akan sukses tanpa pernah mencicipi apa itu kegagalan.

Banyak tokoh-tokoh sukses di dunia yang berulang kali mengalami kegagalan dalam hidupnya dan mereka hampir berputus asa atas satu per satu kegagalan yang mereka alami. Namun ternyata mereka bisa bangkit kembali dari kegagalan-kegagalan tersebut dan berhasil menjadikan diri mereka sebagai orang-orang yang sukses.

Sebagai contoh:

Albert Einstein

            Einstein memiliki kelainan pada saat ia masih bayi, yaitu bentuk kepalanya yang tidak biasanya dan ia juga menderita cacat mental karena ia lambat belajar berbicara. Einstein juga dikatakan bodoh karena pernah tidak lulus SMP. Namun ia berhasil membuktikan bahwa ia berhasil bangkit dari kegagalan, yaitu Einstein berhasil menjadi ilmuwan yang dianggap sebagai orang paling jenius di abad ke- 20. Selain itu einstein juga berhasil mendapat penghargaan nobel fisika pada tahun 1921.

“Jika seseorang merasa bahwa mereka tidak pernah melakukan kesalahan selama hidupnya, maka sebenarnya mereka tidak pernah mencoba hal-hal baru dalam hidupnya. ”


--Albert Einstein--

Thomas Alva Edison

            Tomas Alva Edison pada umur 7 tahun mengalami demam tinggi dan membuatnya sukar mendengar. Pada saat sekolah Edison sering mengjukan pertanyaan-pertanyaan aneh kepada gurunya seperti : Mengapa kereta bisa bergerak? Mengapa bisa terjadi hujan?.. Dan karena hal ini gurunya menjadi marah besar dan mengecap Edison sebagai anak idiot dan ia tidak pantas untuk sekolah.

            Bapak penemu bola lampu ini juga pernah mengalami 6.600 eksperimen, bahkan ada yang menyebut hingga 10.000 eksperimen sebelum akhirnya ia berhasil menemukan bola lampu yang kemanfaatannya bisa digunakan oleh seluruh umat manusia hingga saat ini. Edison juga hampir mengalami keputus-asaan pada saat laboratorium yang telah ia bangun dengan hasil jerih payahnya musnah terbakar. Namun Edison tidak pernah menyerah dan selalu optimistis. ia berhasil bangkit dari keterpurukan ini dan mendirikan laboratorium baru untuk kembali membuat alat-alat baru.

“Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat. Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras. Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan."


 --Thomas Alva Edison--


Abraham Lincoln

Abraham Lincoln pernah mengalami serangkaian kegagalan sehingga ia menjadi depresi berat hingga masuk ke rumah sakit jiwa. Namun ia berhasil menjadi presiden Amerika Serikat ke 16 dan ia berhasil menjadi presiden amerika yang paling dikenang dan dicintai oleh warganya.  

Tulisan diatas merupakan sedikit acuan dan dorongan bagi saya, dan tulisan di bawah ini adalah sedikit pengalaman pribadi yang saya alami 

Saya pernah mengalami kegagalan yang dampaknya masih terasa hingga saat ini. Yaitu ketika saya gagal pada saat Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) pada tahun 2011. Dengan berbekal rasa percaya diri dan optimisme yang tinggi saya putuskan untuk memilih ke Teknik Metalurgi Universitas Indonesia. Pilihan ini bukan tanpa alasan, karena menurut saya Teknik Metalurgi adalah sebuah bidang yang memiliki prospek bagus dan menjanjikan, alasan lain adalah karena salah satu alumni SMA saya yang pernah menamatkan S1 nya di Teknik Metalurgi UI berhasil mendapat beasiswa S2 ke Korea Selatan.  Jadi hal ini menjadi dorongan tersendiri bagi saya agar bisa menyamai rekam jejak dari alumni saya tersebut.. (Insya Allah). Nah alasan saya memilih Universitas Indonesia adalah karena UI merupakan universitas yang mencetak alumni-alumni yang berhasil dan menjadi tokoh-tokoh besar di Indonesia, serta karena di UI banyak terdapat orang-orang hebat. Segala daya dan upaya saya kerahkan untuk bisa mewujudkan impian ini. diantaranya dengan belajar lebih giat dan berusaha lebih keras, yang biasanya saya tidur jam 21.00 sekarang menjadi jam 24.00 ..hehehe.. itu semua saya lakukan sebagai bekal untuk menghadapi ujian SNMPTN dan berharap usaha saya ini akan berhasil.. Amiin..

Dan akhirnya ujian SNMPTN 2011 pun tiba. Ujian SNMPTN dilaksanakan selama 2 hari, hari petama Tes potensi akademik dan kemampuan dasar, dan hari keduanya adalah tes kemampuan IPA. Sebelum berangkat ke lokasi ujian saya berdoa kepada Allah swt yang bunyinya seperti ini : “Ya Allah mudahkanlah hamba, lancarkanlah hamba, berikanlah hamba jalan  agar pada saat mengerjakan soal-soal ujian hamba tidak menemui kendala. Apabila soalnya sulit tolong dipermudah dan apabila soalnya mudah tolong jangan dipersulit. Dan semoga hamba bisa lolos dan diterima di Teknik Metalurgi Universitas Indonesia”.. Amiin..

Dua hari yang sangat mendebarkan pun berhasil saya lalui. Sambil menunggu hari pengumuman saya terus-menerus berdoa, berdoa dan teruuussss berdoa dan berharap semoga saya dapat yang terbaik yakni diterima di Teknik Metalurgi Universitas Indonesia. Dan dengan begitu, maka saya bisa membuat orang tua bahagia (terutama ibu saya, Thanks Mom.. jasamu tak akan pernah dapat saya balas).

Dan hari pengumuman pun tiba, hari dimana semua masa depan saya dipertaruhkan. Saya membuka website SNMPTN dengan penuh rasa cemas dan rasa penasaran yang terus menghantui. Dan............... ‘Astaghfirullah hal adzim’ di website tersebut terpampang tulisan “Maaf Anda Gagal dalam Seleksi ini”, seketika saya langsung tersungkur lemas dan merasakan Dunia tidak sedang berputar serta jarum jam berhenti untuk sejenak. Saat itu saya merasa sangat terpukul, layaknya pukuran keras yang menghantam wajah.. untuk tersenyum sangat sulit apalagi untuk memaksakan tawa. Yang ada dalam benak saya adalah : “Apakah aku telah gagal dalam menjalani hidup ini? Apakah aku telah mengecewakan banyak pihak (termasuk orang tua, kakak ,teman-teman dan guru-guru)? Mengapa ini bisa terjadi padaku? Mengapa? Mengapa dan Mengapa?.. Semuanya aku mohon maaf atas kegagalan ini”..

Selama beberapa bulan saya berada dalam keputus-asaan tingkat tinggi. dan terus dihantui oleh perasaan itu, perasaan yang membuat makan menjadi tidak enak, tidur pun tidak nyenyak hingga berdiri tegak untuk tersenyum sangatlah sulit dilakukan. Walaupun demikian saya harus tetap menjalani hidup “Life Must Go On”. Biarkan kegagalan ini ada dalam diri saya, dan saya akan jadikan kegagalan ini sebagai dorongan dan pelajaran untuk hari esok yang lebih baik lagi. Masih banyak jalan terbentang di depan yang harus saya tempuh. Semoga ini adalah kehendak terbaik dari Allah swt untuk saya.. Amiin..

“Suatu Kehidupan yang penuh kegagalan tak hanya lebih berharga, namun juga lebih berguna dibandingkan hidup tanpa melakukan apapun"


  --Alexander Graham Bell--

   
Sekian ...         


Minggu, 08 April 2012

Hari-hari kita

Hari-hari yang terlewati
Bisa dihitung dengan gumam
Sambil menerawang tentang cerita
Di tengah riangnya siang
Dan canda teman tentang apa dan siapa...

Lonceng berbunyi, segera kita berlari
Bergegas pulang tuk kembali esok hari
Susuri tangga atau lorong itu
Sambil membuat kisah yang baru...

Meski nanti kita tak lagi sering bersama
Untuk bercanda dan bersedih
Kenangan akan semua selalu ada
Menemani esok yang masih entah...

Wahai Kawan,
Ku harap bawalah semua kenangan kita
Saat berbisik di lorong kata,
Saat bersenda di kala canda,
Saat bersama di dalam tawa,
Saat bersedih di dalam duka,
Dan.....
Saat menjemput senja bersama.......


Puisi ini merupakan sebuah puisi kenangan saat masih berada di bangku Sekolah Menengah Atas..

Sabtu, 07 April 2012

Kenanglah Ibu yang Menyayangimu


Apabila ada yang bertanya pada anda, Siapakah seseorang yang paling anda cintai? dan mengapa anda mencintainya?.. Maka jawabannya sangat beragam, ada yang menjawab pacarnya, ada yang menjawab temannya adapula yang menjawab sahabatnya. Mengapa anda mencintai mereka? ehhmm karena pacar saya bisa membuat hidup saya lebih berwarna ( 'gombal' ). karena sahabat saya selalu ada setiap saya membutuhkannya, yap berbagai macam jawaban yang terlontar dari mulut mereka sangatlah unik dan antara individu yang satu dengan individu yang lain pastinya akan berbeda.

Saat pertanyaan itu ditujukan kepada saya, maka sejenak saya memikirkan siapakah orang yang paling saya cintai. Di dalam benak saya hanya seseorang yang paling saya cintai yaitu dia yang selalu tersenyum pada saat saya bangun dari tidur lelap dan terhentinya alur dari mimpi indah, dan dia yang tak jemu memberikan seluruh pengorbanannya untuk masa depan saya, Yap siapa lagi kalau bukan Ibu saya(Mom, you are the best).

Ku teringat di kala masa kecil yang kulalui tak sejengkal langkah terhenti yang ia tempuh dalam merawat, mengasuh, mendidik dan mencintai saya sebagai anaknya. Seulas senyum yang saat ini ku lihat dari bibirnya masih sama seperti yang dahulu, Linangan air mata yang ia teteskan tak pernah membuatnya jemu.

Di kala sakit mendera tubuhku yang renta, ia selalu ada untuk menjagaku di saat seperti itu tak peduli raganya lelah, juga tak peduli rasa letih yang ia rasakan saat merawatku. Belaian halus dari tangannya selalu memberiku semangat untuk dapat sembuh saat sakit yang kurasakan membuatnya menangis dan membuatnya bersedih.

Engkau yang selalu terbangun lebih awal saat pagi belum diiringi mentari untuk melaksanakan berbagai aktivitas kehidupan dan menjalankan peranmu yang begitu tak tegantikan yakni: memasak, mencuci, menyetrika, mengurus keluarga maupun membantu mencari nafkah.  dan engkau juga yang tertidur di larut malam menjelang tengah malam dengan segenap kelelahan yang terpancar dari wajahmu yang mulia akibat kesibukan aktivitas yang kau lalui.

Saat ku berangkat tuk mengenyam pendidikan, ku salami tangan kananmu yang dapat memberikan energi padaku dan ku tatap wajahmu yang bercahaya yang selalu mendorongku untuk selalu berlari kencang dan melaju dengan segenap semangat agar dapat membahagiakanmu pada saatnya kelak.

Aku yang selalu menyakitimu dengan perbuatan dan perkataan yang menyakitkan tak pernah membayangkan bagaimana diriku tanpa jasamu yang begitu besar, tak pernah ada raut muka kesal dan marah karena kesalahanku juga tak pernah kau meminta secuil pamrih atas jasa-jasa yang telah kau berikan bagi kebahagiaanku,

Ibu engkau bagaikan sebuah mentari yang dapat membangunkanku dari gelapnya dunia, dan engkau pulalah yang telah menerangiku dan memberikan cahaya hingga aku mendapatkan asa dalam setiap langkah kaki yang ku tempuh dalam menyulusuri lika-liku kehidupan dunia.

Seberapa besar Rasa Cintamu tak akan pernah dapat terbalaskan, walau harus kulukiskan pada kanvas yang beralas awan dengan pena yang bertinta samudera maka takkan pernah mampu tuk dilukiskan.    

Banyak hal yang tidak dapat tersampaikan di dalam sebuah tulisan sederhana ini untuk menjabarkan peranan ibu sebagai bagian terpenting dari hidupku. Bagiku kau adalah segalanya, kau yang menjadi penyemangatku, kau yang menjadi inspirasiku dan kau pula yang menjadi nafasku. Semua hal yang akan kuraih di kemudian hari takkan pernah berarti ketika engkau tak lagi ada di sampingku. Terima kasih Ibu, Kau akan selalu ada dalam setiap detak jantung dan tetes alir darahku.. 

Jumat, 23 Maret 2012

Manusia dan Kebudayaan


Manusia dan hakekatnya

Manusia sebagai makhluk ciptaan tuhan yang paling sempurna memiliki banyak keunggulan dibanding makhluk-makhluk yang lain. Manusia diberikan hati nurani, sehingga manusia mampu merasakan apa yang dinamakan Cinta dan Kasih sayang. Dengan adanya rasa cinta manusia dapat melakukan segala hal dengan penuh perasaan dan tanggung jawab, sebagai contoh:  seorang anak dapat mendapat kehangatan dan kenyamanan hidup dengan adanya rasa cinta dan kasih sayang orang tuanya dalam mengasuhnya.

Melalui Cinta dan kasih sayang pula seseorang mendapatkan energi dan motivasi yang tidak pernah diduga sebelumnya. Sebagai contoh: Seorang Lionel Messi berhasil menjadi seorang pemain sepakbola terbaik di dunia karena ia mencintai pekerjaannya sebagai pemain sepakbola sehingga ia mendapatkan energi lebih dalam setiap permainan sepakbolanya.

Cinta dan kasih sayang dapat mengajarkan manusia untuk saling berbagi baik suka maupun duka.Oleh karenanya hakikat manusia sebagai mahkluk sosial dapat diterapkan dalam penerapan cinta dan kasih sayang terhadap sesama manusia lainnya,  juga hakikat manusia yang tercipta dengan diberkahi oleh akal pikiran serta hati nurani sehingga manusia dapat berpikir dan merasakan segala sesuatu yang berkaitan dengan hakikat penciptannya.

Kepribadian Bangsa Timur 

Bangsa timur identik dengan benua asia dengan ciri-ciri penduduknya berkulit sawo matang, bermata sipit dan berambut hitam. Berbicara tentang Bangsa timur maka kita tidak dapat memisahkan kepribadian tentang bangsa yang beradab, ramah dan menjunjung tinggi kesopansantunan. Indonesia merupakan salah satu negara yang termasuk ke dalam negara-negara yang berdomisili sebagai bangsa timur. Bangsa Indonesia yang dikenal ramah, santun dan menghargai warisan budaya yang ditinggalkan oleh nenek moyangnya dapat dijadikan sebagai sebuah contoh negara yang mampu menerapkan nilai-nilai kepribadian bangsa timur. Gaya hidup bangsa Indonesia pun terkesan santun baik dari cara berpakaian, tata krama maupun cara bicara sehingga para turis-turis mancanegara menjuluki bangsa Indonesia sebagai bangsa yang “Ramah”.

Unsur-unsur, Wujud dan Orientasi

Unsur kebudayaan meliputi semua kebudayaan di dunia, baik yang kecil, bersahaja, dan dan terisolasi, maupun yang besar, kompleks, dan dengan jaringan hubungan yang luas. Menurut konsep B. Malinowski, kebudayaan di dunia mempunyai tujuh unsur universal, yaitu :
1. Bahasa
2. Sistem Teknologi
3. Sistem mata pencaharian
4. Organisasi sosial
5. Sistem Pengetahuan
6. Religi
7. Kesenian

Wujud Kebudayaan antara lain :

a.Wujud gagasan / (ideal)

Budaya dalam wujud gagasan/ide ini bersifat abstrak dan tempatnya ada dalam alam pikiran tiap warga pendukung budaya yang bersangkutan sehingga tidak dapat diraba atau difoto. Sistem gagasan yang telah dipelajari oleh setiap warga pendukung budaya sejak dini sangat menentukan sifat dan cara berpikir serta tingkah laku warga pendukung budaya tersebut. Gagasan-gagasan inilah yang akhirnya menghasilkan berbagai hasil karya manusia berdasarkan sistem nilai, cara berfikir dan pola tingkah laku. Wujud budaya dalam bentuk sistem gagasan ini biasa juga disebut sistem nilai budaya.

b.Wujud perilaku (aktivitas)

Budaya dalam wujud perilaku berpola menurut ide/gagasan yang ada. Wujud perilaku ini bersifat konkrit dapat dilihat dan didokumentasikan (difoto dan difilm). Contoh: Petani sedang bekerja di sawah, orang sedang menari dengan lemah gemulai, orang sedang berbicara dan lain-lain. Masing-masing aktivitas tersebut berada dalam satu sistem tindakan dan tingkah laku.

c.Wujud benda hasil budaya (artefak)

Semua benda hasil karya manusia tersebut bersifat konkrit, dapat diraba dan difoto. Kebudayaan dalam wujud konkrit ini disebut kebudayaan fisik. Contoh: bangunan-bangunan megah seperti piramida, tembok cina, menhir, alat rumah tangga seperti kapak perunggu, gerabah dan lain-lain.

Orientasi Nilai Budaya
     
 Terdapat banyak nilai kehidupan yang ditanamkan oleh setiap budaya yang ada di dunia. Nilai kebudayaan pasti berbeda-beda pada dasarnya tetapi kesekian banyak kebudayaan di dunia ini memiliki orientasi-orientasi yang hampir sejalan terhadap yang lainnya. Jika dilihat dari lima masalah dasar dalam hidup manusia, orientasi-orientasi nilai budaya hampir serupa.

     Lima Masalah Dasar Dalam Hidup yang Menentukan Orientasi Nilai Budaya Manusia ( kerangka Kluckhohn ) :
  • Hakekat Hidup
  1. Hidup itu buruk
  2. Hidup itu baik
  3. Hidup bisa buruk dan baik, tetapi manusia tetap harus bisa berikthtiar agar hidup bisa menjadi baik.
  4. Hidup adalah pasrah kepada nasib yang telah ditentukan.
  • Hakekat Kerja atau Karya Manusia
  1. Karya itu untuk menafkahi hidup
  2. Karya itu untuk kehormatan.
  • Persepsi Manusia Tentang Waktu
  1. Berorientasi hanya kepada masa kini. Apa yang dilakukannya hanya untuk hari ini dan esok. Tetapi orientasi ini bagus karena seseorang yang berorientasi kepada masa kini pasti akan bekerja semaksimal mungkin untuk hari-harinya.
  2. Orientasi masa lalu. Masa lalu memang bagus untuk diorientasikan untuk menjadi sebuah evolusi diri mengenai apa yang sepatutnya dilakukan dan yang tidak dilakukan.
  3. Orientasi masa depan. Manusia yang futuristik pasti lebih maju dibandingkan dengan lainnya, pikirannya terbentang jauh kedepan dan mempunyai pemikiran nyang lebih matang mengenai langkah-langkah yang harus di lakukann nya.
  • Pandangan Terhadap Alam
  1. Manusia tunduk kepada  alam yang dashyat.
  2. Manusia berusaha menjaga keselarasan dengan alam.
  3. Manusia berusaha menguasai alam.
  • Hubungan Manusia Dengan Manusia
  1. Orientasi kolateral (horizontal), rasa ketergantungan kepada sesamanya, barjiwa gotong royong.
  2. Orientasi vertikal, rasa ketergantungan kepada tokoh-tokoh yang mempunyai otoriter untuk memerintah dan memimpin.
  3. Individualisme, menilai tinggi uaha atas kekuatan sendiri.

Perubahan Kebudayaan dan Kaitan Manusia dengan Kebudayaan

Dari sisi lain, hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai diaektis, maksudnya saling terikat satu sama lain. Proses dialektis ini tercipta melalui 3 tahap yaitu:

a. Eksternalisasi, proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya. Melalui eksternalisasi ini masyarakat menjadi kenyataan buatan manusia.

b. Obyektivasi, proses dimana masyarakat menjadi realisasi obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia. Dengan demikian masyarakat dengan segala pranata sosialnya akan mempengaruhi bahkan membentuk perilaku manusia.

c. Internalisasi, proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. Maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik, sehingga manusia menjadi kenyataan yang dibentuk oleh masyarakat.

Sumber Referensi :

Pengertian,Tujuan dan Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar


PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR

Secara sederhana Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Istilah llmu Budaya Dasar dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris "The Humanities". Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dan bahasa latin humanus yang bisa diartikan manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the htimanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai yaitu nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar supaya manusia bisa menjadi humanus, mereka hams mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.

Menurut Pendapat saya pribadi :

                Ilmu budaya dasar dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang studi-studi terhadap perkembangan maupun pengamatan tentang manusia sebagai makhluk sosial dan perannya dalam menciptakan kebiasaan-kebiasaan yang perkembangannya ini dinamakan sebagai “Budaya”.

TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR

Penyajian mata kuliah Ilmu Budaya Dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan demikian jelaslah bahwa mata kuliah Ilmu Budaya Dasar tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya (the humanities). akan tetapi ilmu budaya dasar semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cam memperluas wawasan pemikiran serta kemarnpuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.

Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut Ilmu Budaya Dasar diharapkan dapat :

1. Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baik, terutama untuk kepentingan profesi mereka.
2. Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemánusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
3. Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing, tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat. Usaha ini terjadi karena ruang lingkup pendidikan kita amat sempit dan condong membuat manusia spesialis yang berpandangan kurang luas. kedaerahan dan pengkotakan disiplin ilmu yang ketat.
4. Mengusahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memilki satu bekal yang sama, pars akademisi diharapkan akan lebih lancar dalam berkomunikasi.



Menurut pendapat saya pribadi Tujuan Ilmu Budaya dasar yaitu:

1.Merangsang kreativitas mahasiswa untuk dapat mengembangkan potensi (softskill) mereka masing-masing agar potensi itu dapat diaktualisasikan dalam bentuk nyata.
2.Membantu mahasiswa untuk menyalurkan kreativitas melalui wadah ilmu budaya dasar.
3.Mengusahakan mahasiswa agar dapat mengembangkan jiwa kepemimpinan dan juga untuk melatih kepekaan mereka terhadap beberapa masalah yang sedang terjadi.

RUANG LINGKUP ILMU BUDAYA DASAR

Bertitik tolak dari kerangka tujuan yang telah ditentukan diatas, dua masalah pokok bisa dipakai sebagi bahan pertimbangan untuk menentukan niang lingkup kajian mata kuliah Ihnu Budaya Dasar. Kedua masalah pokok itu ialah :
1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya ( The Humanities ), baik dari segi masing-masing keahlian ( disiplin ) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
2. Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat. Dalam melihat dan menghadapi lingkungan alam, sosial dan budaya, manusia tidak hanya mewujudkan kesamaan-kesamaan, akan tetapi juga ketidak seragaman yang diungkapkan secara tidak seragam, sebagaimana yang terlihat ekspresinya dalam berbagai bentuk dan coral: ungkapan, pikiran, dan perasaan, tingkah laku, dan hasil kelakuan mereka.

Menurut pendapat saya pribadi Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar yaitu :


Menurut saya ruang lingkup ilmu budaya dasar dapat dititikberatkan pada beberapa hal yakni :

1. Hakikat manusia yang memiliki peran sebagai makhluk monopluralis, dengan peran ini manusia memiliki hakikat untuk hidup secara berdampingan sehingga antara manusia yang satu dengan manusia yang lain tejadi interaksi sosial.
2. Perbedaan antara sifat manusia yang satu dengan yang lain, karena perbedaan diciptakan untuk saling melengkapi maka dapat menciptakan adanya kepluralan sifat sehingga hal ini dapat menciptakan seni dari kebudayaan.
3. Kebiasaan-kebiasaan yang dibawa oleh manusia mampu menciptakan perbedaan kebudayaan yang menjadikan kebudayaan ini menjadi lebih indah di masyarakat.

Referensi Sumber:

Sabtu, 21 Januari 2012

Gelap

Cahaya sore matahari terlelap...
Suara surau berkumandang...
Isak tangis berceceran di jalan...
Ketidakpastian aral melintang...
Terpaku,  merenung mencari arah...
Tanpa pernah aku bertanya...
Pilu kemarin sore menyentakku...
Membuai terbawa ke renung duka...
Sesal... Kesal...
Aku memikul amarah tak berujung...
Lirih... Pedih...
Hanya kosong tersisa....
Bagai orang terbuang, jauh dari...
Kerumunan dan terlelap dalam...
Khayalan...
Dimana aku berada, cahaya seperti barang langka...
Hingga aku berpijak...
Di dalam ruang kosong...
Yang siap menghujam separuh usiaku...

Senin, 16 Januari 2012

Untuk Bermanfaat


Berjalanlah di atas Bumi..
Dan lihatlah di sekelilingmu..
Tanyakan..
Mengapa aku, juga kalian..
Belum mampu mensyukuri setiap detik pemberianNya..

Tataplah Langit,Bintang dan Matahari..
Dan ingatlah pada yang menciptakanmu..
Renungkan..
Apakah aku, juga kalian..
Telah berterima kasih untuk sumbangsihNya..

Aku tak pernah tahu, Apa yang telah ku lakukan..
Setiap perkataanku pun, pernah menyakiti setiap insan..
Juga tindakan tak bertanggung jawab terhadap lingkungan..
Hingga..
Setiap malam ku renungkan, bersama doa yang ku panjatkan..
“Layakkah aku masih diberi kesempatan??”..

Sebagian besar dari kalian berpikir untuk mengubah dunia..
Namun,hanya sebagian kecil yang mau memperbaiki diri kalian masing-masing..
Kini pun dapat  ku pahami..
Tugas awal kita hanyalah satu..
Menjadi manusia pembelajar, yang mau memanusiawikan dirinya..
Juga menjadi sosok yang bermanfaat, untuk dirimu maupun  sesamamu..

Sabtu, 07 Januari 2012

Pembelajar,Pemimpin, dan Guru



Secara embrional, konsep manusia sebagai pembelajar muncul ketika secara khusus mereka mencari jawaban terhadap pertanyaan “Siapakah Pemimpin itu?” Dalam proses mencari jawaban terhadap pertanyaan itu maka mereka akan menemukan bahwa studi-studi pakar kepemimpinan dalam dua-dekade terakhir telah sampai pada kesimpulan sementara bahwa semmua orang adalah pemimpin.Akan tetapi yang dimaksud adalah tenyata menunjuk pada “Potensi” (Human Being) dan belum “aktualisasi” (Being Human).Karena itu potensi kepemimpinan dalam diri manusia itu harus diaktualisasikan keluar,direalisasikan,dinyatakan, dijadikan faktual.

Lalu, muncul pertanyaan “Proses Aktualisasi” itu namanya apa? Jawabnya sederhana: belajar tentang (mengetahui diri), belajar menjadi (merenungkan diri), dan belajar (Praktik). Kalau begitu bukankah tugas pertama manusia adalah menjadi pembelajar (becoming a learner, learning individual)? Dan, bukankah dengan proses pembelajaran itu ia dapat mengaktualisasikan dirinya, sehingga menjadi apa yang disebut “Pemimpin” (becoming a leader, yang menciptakan learning organization)? Dengan demikian, bukankah menjadi pemimpin dapat dikatakan sebagai panggilan tugas kemanusiaan?

Lalu, ketika seseorang disebut-sebut sebagai “Pemimpin besar” (A Great Leader), tidakkah itu dapat dinamakan sebagai guru (Becoming a teacher, yang menciptakan Learning Society)? Bukankah para pendiri agama-agama besar di dunia ini tidak saja disebut atau menyebut diri mereka sebagai “Pemimpin”, tetapi juga “Guru”?

Begitulah proses pencarian jawaban dari pertanyaan “Siapakah Pemimpin itu?”, setidaknya untuk sementara waktu, bermuara pada tri tugas, tanggung jawab dan panggilan universal untuk semua orang (manusia), yakni: pertama, menjadi seorang pembelajar (Becoming a Learner); kedua, menjadi seorang pemimpin (Becoming a Leader); dan ketiga, menjadi seorang guru (Becoming a Teacher).


Sumber: Buku berjudul "Menjadi Manusia Pembelajar" karya Andrias Harefa