Apabila ada yang bertanya pada anda, Siapakah
seseorang yang paling anda cintai? dan mengapa anda mencintainya?.. Maka
jawabannya sangat beragam, ada yang menjawab pacarnya, ada yang menjawab
temannya adapula yang menjawab sahabatnya. Mengapa anda mencintai mereka? ehhmm
karena pacar saya bisa membuat hidup saya lebih berwarna ( 'gombal' ). karena
sahabat saya selalu ada setiap saya membutuhkannya, yap berbagai macam jawaban
yang terlontar dari mulut mereka sangatlah unik dan antara individu yang satu
dengan individu yang lain pastinya akan berbeda.
Saat pertanyaan itu ditujukan kepada saya, maka
sejenak saya memikirkan siapakah orang yang paling saya cintai. Di dalam benak
saya hanya seseorang yang paling saya cintai yaitu dia yang selalu tersenyum
pada saat saya bangun dari tidur lelap dan terhentinya alur dari mimpi indah,
dan dia yang tak jemu memberikan seluruh pengorbanannya untuk masa depan saya,
Yap siapa lagi kalau bukan Ibu saya(Mom, you are the best).
Ku teringat di kala masa kecil yang kulalui tak
sejengkal langkah terhenti yang ia tempuh dalam merawat, mengasuh, mendidik dan
mencintai saya sebagai anaknya. Seulas senyum yang saat ini ku lihat dari
bibirnya masih sama seperti yang dahulu, Linangan air mata yang ia teteskan tak
pernah membuatnya jemu.
Di kala sakit mendera tubuhku yang renta, ia
selalu ada untuk menjagaku di saat seperti itu tak peduli raganya lelah, juga
tak peduli rasa letih yang ia rasakan saat merawatku. Belaian halus dari
tangannya selalu memberiku semangat untuk dapat sembuh saat sakit yang
kurasakan membuatnya menangis dan membuatnya bersedih.
Engkau yang selalu terbangun lebih awal saat pagi
belum diiringi mentari untuk melaksanakan berbagai aktivitas kehidupan dan
menjalankan peranmu yang begitu tak tegantikan yakni: memasak, mencuci,
menyetrika, mengurus keluarga maupun membantu mencari nafkah. dan engkau juga yang tertidur di larut malam
menjelang tengah malam dengan segenap kelelahan yang terpancar dari wajahmu
yang mulia akibat kesibukan aktivitas yang kau lalui.
Saat ku berangkat tuk mengenyam pendidikan, ku
salami tangan kananmu yang dapat memberikan energi padaku dan ku tatap wajahmu yang
bercahaya yang selalu mendorongku untuk selalu berlari kencang dan melaju
dengan segenap semangat agar dapat membahagiakanmu pada saatnya kelak.
Aku yang selalu menyakitimu dengan perbuatan dan
perkataan yang menyakitkan tak pernah membayangkan bagaimana diriku tanpa
jasamu yang begitu besar, tak pernah ada raut muka kesal dan marah karena
kesalahanku juga tak pernah kau meminta secuil pamrih atas jasa-jasa yang telah kau berikan bagi kebahagiaanku,
Ibu engkau bagaikan sebuah mentari yang dapat
membangunkanku dari gelapnya dunia, dan engkau pulalah yang telah menerangiku
dan memberikan cahaya hingga aku mendapatkan asa dalam setiap langkah kaki yang
ku tempuh dalam menyulusuri lika-liku kehidupan dunia.
Seberapa besar Rasa Cintamu tak akan pernah dapat
terbalaskan, walau harus kulukiskan pada kanvas yang beralas awan dengan pena yang
bertinta samudera maka takkan pernah mampu tuk dilukiskan.
0 komentar:
Posting Komentar