Pages

Minggu, 08 April 2012

Hari-hari kita

Hari-hari yang terlewati
Bisa dihitung dengan gumam
Sambil menerawang tentang cerita
Di tengah riangnya siang
Dan canda teman tentang apa dan siapa...

Lonceng berbunyi, segera kita berlari
Bergegas pulang tuk kembali esok hari
Susuri tangga atau lorong itu
Sambil membuat kisah yang baru...

Meski nanti kita tak lagi sering bersama
Untuk bercanda dan bersedih
Kenangan akan semua selalu ada
Menemani esok yang masih entah...

Wahai Kawan,
Ku harap bawalah semua kenangan kita
Saat berbisik di lorong kata,
Saat bersenda di kala canda,
Saat bersama di dalam tawa,
Saat bersedih di dalam duka,
Dan.....
Saat menjemput senja bersama.......


Puisi ini merupakan sebuah puisi kenangan saat masih berada di bangku Sekolah Menengah Atas..

Sabtu, 07 April 2012

Kenanglah Ibu yang Menyayangimu


Apabila ada yang bertanya pada anda, Siapakah seseorang yang paling anda cintai? dan mengapa anda mencintainya?.. Maka jawabannya sangat beragam, ada yang menjawab pacarnya, ada yang menjawab temannya adapula yang menjawab sahabatnya. Mengapa anda mencintai mereka? ehhmm karena pacar saya bisa membuat hidup saya lebih berwarna ( 'gombal' ). karena sahabat saya selalu ada setiap saya membutuhkannya, yap berbagai macam jawaban yang terlontar dari mulut mereka sangatlah unik dan antara individu yang satu dengan individu yang lain pastinya akan berbeda.

Saat pertanyaan itu ditujukan kepada saya, maka sejenak saya memikirkan siapakah orang yang paling saya cintai. Di dalam benak saya hanya seseorang yang paling saya cintai yaitu dia yang selalu tersenyum pada saat saya bangun dari tidur lelap dan terhentinya alur dari mimpi indah, dan dia yang tak jemu memberikan seluruh pengorbanannya untuk masa depan saya, Yap siapa lagi kalau bukan Ibu saya(Mom, you are the best).

Ku teringat di kala masa kecil yang kulalui tak sejengkal langkah terhenti yang ia tempuh dalam merawat, mengasuh, mendidik dan mencintai saya sebagai anaknya. Seulas senyum yang saat ini ku lihat dari bibirnya masih sama seperti yang dahulu, Linangan air mata yang ia teteskan tak pernah membuatnya jemu.

Di kala sakit mendera tubuhku yang renta, ia selalu ada untuk menjagaku di saat seperti itu tak peduli raganya lelah, juga tak peduli rasa letih yang ia rasakan saat merawatku. Belaian halus dari tangannya selalu memberiku semangat untuk dapat sembuh saat sakit yang kurasakan membuatnya menangis dan membuatnya bersedih.

Engkau yang selalu terbangun lebih awal saat pagi belum diiringi mentari untuk melaksanakan berbagai aktivitas kehidupan dan menjalankan peranmu yang begitu tak tegantikan yakni: memasak, mencuci, menyetrika, mengurus keluarga maupun membantu mencari nafkah.  dan engkau juga yang tertidur di larut malam menjelang tengah malam dengan segenap kelelahan yang terpancar dari wajahmu yang mulia akibat kesibukan aktivitas yang kau lalui.

Saat ku berangkat tuk mengenyam pendidikan, ku salami tangan kananmu yang dapat memberikan energi padaku dan ku tatap wajahmu yang bercahaya yang selalu mendorongku untuk selalu berlari kencang dan melaju dengan segenap semangat agar dapat membahagiakanmu pada saatnya kelak.

Aku yang selalu menyakitimu dengan perbuatan dan perkataan yang menyakitkan tak pernah membayangkan bagaimana diriku tanpa jasamu yang begitu besar, tak pernah ada raut muka kesal dan marah karena kesalahanku juga tak pernah kau meminta secuil pamrih atas jasa-jasa yang telah kau berikan bagi kebahagiaanku,

Ibu engkau bagaikan sebuah mentari yang dapat membangunkanku dari gelapnya dunia, dan engkau pulalah yang telah menerangiku dan memberikan cahaya hingga aku mendapatkan asa dalam setiap langkah kaki yang ku tempuh dalam menyulusuri lika-liku kehidupan dunia.

Seberapa besar Rasa Cintamu tak akan pernah dapat terbalaskan, walau harus kulukiskan pada kanvas yang beralas awan dengan pena yang bertinta samudera maka takkan pernah mampu tuk dilukiskan.    

Banyak hal yang tidak dapat tersampaikan di dalam sebuah tulisan sederhana ini untuk menjabarkan peranan ibu sebagai bagian terpenting dari hidupku. Bagiku kau adalah segalanya, kau yang menjadi penyemangatku, kau yang menjadi inspirasiku dan kau pula yang menjadi nafasku. Semua hal yang akan kuraih di kemudian hari takkan pernah berarti ketika engkau tak lagi ada di sampingku. Terima kasih Ibu, Kau akan selalu ada dalam setiap detak jantung dan tetes alir darahku..