Kegagalan
mungkin adalah sebuah kata yang ditakuti oleh kebanyakan orang yang hidup di
muka bumi ini. tidak ada seorang individu pun yang menginginkan dirinya gagal,
dan terbesit keingingan untuk sekedar tahu bagaimana rasanya gagal. Namun, pada
kenyataannya setiap manusia pasti pernah merasakan sebuah kegagalan dan juga
tidak ada seseorang pun yang akan sukses tanpa pernah mencicipi apa itu
kegagalan.
Banyak
tokoh-tokoh sukses di dunia yang berulang kali mengalami kegagalan dalam
hidupnya dan mereka hampir berputus asa atas satu per satu kegagalan yang
mereka alami. Namun ternyata mereka bisa bangkit kembali dari
kegagalan-kegagalan tersebut dan berhasil menjadikan diri mereka sebagai
orang-orang yang sukses.
Sebagai
contoh:
Albert Einstein
Einstein memiliki kelainan pada saat
ia masih bayi, yaitu bentuk kepalanya yang tidak biasanya dan ia juga menderita
cacat mental karena ia lambat belajar berbicara. Einstein juga dikatakan bodoh
karena pernah tidak lulus SMP. Namun ia berhasil membuktikan bahwa ia berhasil
bangkit dari kegagalan, yaitu Einstein berhasil menjadi ilmuwan yang dianggap
sebagai orang paling jenius di abad ke- 20. Selain itu einstein juga berhasil
mendapat penghargaan nobel fisika pada tahun 1921.
“Jika seseorang merasa bahwa mereka tidak pernah
melakukan kesalahan selama hidupnya, maka sebenarnya mereka tidak pernah
mencoba hal-hal baru dalam hidupnya. ”
--Albert Einstein--
--Albert Einstein--
Thomas Alva Edison
Tomas Alva Edison pada umur 7 tahun mengalami
demam tinggi dan membuatnya sukar mendengar. Pada saat sekolah Edison sering
mengjukan pertanyaan-pertanyaan aneh kepada gurunya seperti : Mengapa kereta
bisa bergerak? Mengapa bisa terjadi hujan?.. Dan karena hal ini gurunya menjadi
marah besar dan mengecap Edison sebagai anak idiot dan ia tidak pantas untuk
sekolah.
Bapak penemu bola lampu ini juga
pernah mengalami 6.600 eksperimen, bahkan ada yang menyebut hingga 10.000
eksperimen sebelum akhirnya ia berhasil menemukan bola lampu yang
kemanfaatannya bisa digunakan oleh seluruh umat manusia hingga saat ini. Edison
juga hampir mengalami keputus-asaan pada saat laboratorium yang telah ia bangun
dengan hasil jerih payahnya musnah terbakar. Namun Edison tidak pernah menyerah
dan selalu optimistis. ia berhasil bangkit dari keterpurukan ini dan mendirikan
laboratorium baru untuk kembali membuat alat-alat baru.
“Jenius
adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat. Tidak ada yang dapat menggantikan kerja
keras. Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika kesempatan bertemu
dengan kesiapan."
--Thomas Alva Edison--
--Thomas Alva Edison--
Abraham Lincoln
Abraham Lincoln pernah mengalami serangkaian kegagalan sehingga ia menjadi depresi
berat hingga masuk ke rumah sakit jiwa. Namun ia berhasil menjadi presiden
Amerika Serikat ke 16 dan ia berhasil menjadi presiden amerika yang paling
dikenang dan dicintai oleh warganya.
Tulisan diatas merupakan sedikit acuan dan dorongan bagi saya, dan tulisan di bawah ini adalah sedikit pengalaman pribadi yang saya alami
Saya pernah mengalami kegagalan
yang dampaknya masih terasa hingga saat ini. Yaitu ketika saya gagal pada saat
Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) pada tahun 2011. Dengan
berbekal rasa percaya diri dan optimisme yang tinggi saya putuskan untuk
memilih ke Teknik Metalurgi Universitas Indonesia. Pilihan ini bukan tanpa
alasan, karena menurut saya Teknik Metalurgi adalah sebuah bidang yang memiliki
prospek bagus dan menjanjikan, alasan lain adalah karena salah satu alumni SMA
saya yang pernah menamatkan S1 nya di Teknik Metalurgi UI berhasil mendapat
beasiswa S2 ke Korea Selatan. Jadi hal
ini menjadi dorongan tersendiri bagi saya agar bisa menyamai rekam jejak dari
alumni saya tersebut.. (Insya Allah). Nah alasan saya memilih Universitas Indonesia
adalah karena UI merupakan universitas yang mencetak alumni-alumni yang
berhasil dan menjadi tokoh-tokoh besar di Indonesia, serta karena di UI banyak
terdapat orang-orang hebat. Segala daya dan upaya saya kerahkan untuk bisa mewujudkan
impian ini. diantaranya dengan belajar lebih giat dan berusaha lebih keras,
yang biasanya saya tidur jam 21.00 sekarang menjadi jam 24.00 ..hehehe.. itu
semua saya lakukan sebagai bekal untuk menghadapi ujian SNMPTN dan berharap usaha
saya ini akan berhasil.. Amiin..
Dan akhirnya ujian SNMPTN 2011 pun tiba. Ujian
SNMPTN dilaksanakan selama 2 hari, hari petama Tes potensi akademik dan
kemampuan dasar, dan hari keduanya adalah tes kemampuan IPA. Sebelum berangkat
ke lokasi ujian saya berdoa kepada Allah swt yang bunyinya seperti ini : “Ya
Allah mudahkanlah hamba, lancarkanlah hamba, berikanlah hamba jalan agar pada saat mengerjakan soal-soal ujian
hamba tidak menemui kendala. Apabila soalnya sulit tolong dipermudah dan
apabila soalnya mudah tolong jangan dipersulit. Dan semoga hamba bisa lolos dan
diterima di Teknik Metalurgi Universitas Indonesia”.. Amiin..
Dua hari yang sangat mendebarkan pun berhasil
saya lalui. Sambil menunggu hari pengumuman saya terus-menerus berdoa, berdoa
dan teruuussss berdoa dan berharap semoga saya dapat yang terbaik yakni
diterima di Teknik Metalurgi Universitas Indonesia. Dan dengan begitu, maka
saya bisa membuat orang tua bahagia (terutama ibu saya, Thanks Mom.. jasamu tak
akan pernah dapat saya balas).
Dan hari pengumuman pun tiba, hari dimana
semua masa depan saya dipertaruhkan. Saya membuka website SNMPTN dengan penuh rasa
cemas dan rasa penasaran yang terus menghantui. Dan............... ‘Astaghfirullah
hal adzim’ di website tersebut terpampang tulisan “Maaf Anda Gagal dalam Seleksi ini”,
seketika saya langsung tersungkur lemas dan merasakan Dunia tidak sedang
berputar serta jarum jam berhenti untuk sejenak. Saat itu saya merasa sangat
terpukul, layaknya pukuran keras yang menghantam wajah.. untuk tersenyum sangat
sulit apalagi untuk memaksakan tawa. Yang ada dalam benak saya adalah : “Apakah
aku telah gagal dalam menjalani hidup ini? Apakah aku telah mengecewakan banyak
pihak (termasuk orang tua, kakak ,teman-teman dan guru-guru)? Mengapa ini bisa
terjadi padaku? Mengapa? Mengapa dan Mengapa?.. Semuanya aku mohon maaf atas
kegagalan ini”..
Selama beberapa bulan saya berada dalam
keputus-asaan tingkat tinggi. dan terus dihantui oleh perasaan itu, perasaan
yang membuat makan menjadi tidak enak, tidur pun tidak nyenyak hingga berdiri
tegak untuk tersenyum sangatlah sulit dilakukan. Walaupun demikian saya harus
tetap menjalani hidup “Life Must Go On”.
Biarkan kegagalan ini ada dalam diri saya, dan saya akan jadikan kegagalan
ini sebagai dorongan dan pelajaran untuk hari esok yang lebih baik lagi. Masih
banyak jalan terbentang di depan yang harus saya tempuh. Semoga ini adalah
kehendak terbaik dari Allah swt untuk saya.. Amiin..
“Suatu
Kehidupan yang penuh kegagalan tak hanya lebih berharga, namun juga lebih
berguna dibandingkan hidup tanpa melakukan apapun"
--Alexander Graham Bell--
--Alexander Graham Bell--
Sekian ...
i like your post ,, majuu teruuussss meeenn ,,
BalasHapus